Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi Z dan milenial dalam menjaga keseimbangan kehidupan, kesehatan pikiran, dan kemampuan mengelola emosi.
Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak perlu berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola diri.
Ketika Kecemasan Berubah Menjadi Gangguan
dr. Ryu Hasan juga memberikan penekanan penting mengenai perbedaan antara kecemasan normal dan gangguan kecemasan atau anxiety disorder.
Menurutnya, kecemasan dalam kadar tertentu justru dapat menjadi motivasi.
Seseorang yang mengingat tenggat pembayaran, misalnya, akan terdorong mengatur keuangan. Mahasiswa yang menyadari jadwal ujian semakin dekat akan terdorong belajar dan mempersiapkan diri.
Dalam konteks tersebut, kecemasan membantu manusia mengambil tindakan.
Akan tetapi, persoalan muncul ketika kecemasan menumpuk dan seseorang kehilangan kemampuan untuk mengelolanya.
Rasa khawatir yang berlebihan dapat mengganggu tidur, konsentrasi, hubungan sosial, bahkan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








