Generasi Muda Dikepung Kecemasan, dr. Roslan Husni Hasan Ungkap Rahasia Otak Bertahan di Tengah Tekanan

generasi-muda-dikepung-kecemasan-dr-roslan-husni-hasan-ungkap-rahasia-otak-bertahan-di-tengah-tekanan

Untuk menjelaskan hal tersebut, ia menggunakan contoh sederhana tentang sebuah dadu.

Ketika seseorang melempar dadu dengan enam sisi, tidak mungkin angka delapan muncul. Artinya, tidak semua hal dapat diwujudkan hanya melalui keinginan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya menggunakan akal sehat, memahami kenyataan, dan tidak terjebak pada harapan yang tidak memiliki dasar rasional.

Dalam konteks pendidikan, kemampuan berpikir tidak terbentuk secara instan. Pengetahuan membutuhkan proses, pengulangan, latihan, dan kedisiplinan.

Karena itu, kebiasaan belajar dengan sistem kebut semalam bukanlah strategi ideal untuk membangun pemahaman yang kuat.

Kemampuan akademik maupun kemampuan mengelola kecemasan membutuhkan latihan yang konsisten.

Bagi generasi muda, hal ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai yang diperoleh, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan berpikir, mengambil keputusan, dan menghadapi persoalan secara rasional.

Tekanan Kehidupan dan Harga Sebuah Kemajuan

Dalam pemaparannya, dr. Ryu juga memperluas pembahasan mengenai kecemasan manusia yang tidak lagi terbatas pada ancaman fisik seperti yang dialami makhluk hidup di alam liar.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Dukung Pendidikan Berbasis Teknologi dan Usaha, Viktor Laiskodat Salurkan 13 Komputer dan 5 Mesin Es Krim
  • Bagikan