Dalam perspektif kebijakan pendidikan modern, kesejahteraan guru merupakan komponen inti dalam peningkatan kualitas hasil belajar (learning outcomes). Jane menekankan bahwa tidak mungkin mengharapkan inovasi pembelajaran, pengembangan kompetensi, maupun peningkatan kualitas layanan pendidikan jika guru masih bergulat dengan keterbatasan finansial dan beban hidup yang berat.
Ia menyoal bahwa sebagian besar guru honorer di wilayah NTT masih berada dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Insentif yang belum memadai, status kerja yang tidak pasti, hingga minimnya jaminan sosial dan fasilitas kerja menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi. Menurut Jane, hal ini tidak hanya memengaruhi kesejahteraan pribadi guru, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas.
“Guru yang sejahtera akan lebih fokus, kreatif, dan produktif. Kesejahteraan bukan hadiah, tetapi hak yang menentukan mutu pendidikan suatu daerah,” tegasnya.
Kondisi pendidikan di NTT hingga kini masih dihadapkan pada berbagai tantangan: kekurangan tenaga pendidik di wilayah pedalaman, infrastruktur sekolah yang belum merata, keterbatasan akses internet, serta kesenjangan kualitas antar-satuan pendidikan. Dalam konteks tersebut, guru NTT menghadirkan peran strategis sebagai agen perubahan sosial yang bekerja melampaui tugas formal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









