Jane menekankan bahwa guru di daerah terpencil sering kali harus menjadi pengajar, administrator, motivator, bahkan pendamping sosial bagi peserta didik. Mereka menempuh perjalanan jauh, menghadapi kondisi cuaca ekstrem, dan mengajar di ruang kelas yang tidak memadai. Dedikasi inilah yang menurutnya harus diberikan penghargaan melalui kebijakan yang memastikan kenyamanan dan kepastian dalam bekerja.
Sebagai tokoh politik yang memiliki perhatian pada isu pendidikan, Jane menyerukan perlunya kebijakan afirmatif yang lebih progresif dari pemerintah daerah maupun pusat. Ia menekankan tiga aspek kebijakan yang mendesak:
1. Peningkatan penghasilan dan insentif bagi guru honorer melalui mekanisme pembiayaan daerah yang lebih efektif.
2. Jaminan status kerja dan perlindungan sosial bagi pendidik, termasuk jaminan kesehatan dan pensiun.
3. Fasilitas penunjang pembelajaran, seperti akses digital, perbaikan infrastruktur sekolah, dan distribusi tenaga pendidik yang lebih merata.
Menurutnya, investasi pada kesejahteraan guru adalah investasi pada masa depan generasi NTT. Tanpa itu, kesenjangan pendidikan akan terus melebar dan menghambat akselerasi pembangunan sumber daya manusia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








