LTK dan NAK masih ingin belajar. Mereka tidak paham politik, tidak paham struktur sensitivitas, mereka hanya ingin masuk kelas, membuka buku, dan meraih mimpi.
Kisah mereka adalah peringatan bagi kita semua — bahwa satu foto bisa menggugurkan dua hak anak jika sistem tidak dibenahi. Tapi kisah ini juga merupakan peluang. Peluang bagi pemerintah daerah, bagi dinas pendidikan, dan bagi kita semua untuk membuktikan bahwa pendidikan memang milik semua anak — bukan hanya milik mereka yang mampu, patuh, dan diam.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








