Yosef Lede menegaskan bahwa keberpihakan kepada petani bukan kebijakan populis sesaat, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Petani harus diberdayakan, bukan dikasihani. Dengan alat yang memadai, petani bisa bekerja lebih efektif, hasil meningkat, dan pendapatan bertambah,” tegasnya.
Mendukung Swasembada dan Program Nasional
Kebijakan ini juga terhubung langsung dengan agenda nasional, terutama program Swasembada Pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Kabupaten Kupang tercatat sebagai salah satu daerah dengan alokasi dapur MBG terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Yosef Lede, kondisi tersebut merupakan peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh petani lokal. “Banyak uang negara akan beredar di Kabupaten Kupang. Produksi pertanian harus maksimal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dengan demikian, alsintan tidak hanya dipandang sebagai alat produksi, tetapi sebagai pengungkit ekonomi lokal yang menghubungkan petani dengan rantai pasok pangan nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








