NTT merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Menyadari hal ini, SIAGA merancang strategi mitigasi dan adaptasi yang mencakup pembinaan masyarakat dalam menghadapi bencana, pembangunan infrastruktur tangguh, serta penggunaan teknologi sederhana yang mendukung kesiapan daerah dalam situasi darurat.
“Jika masyarakat kita siaga bencana, kerugian dapat diminimalkan. Pendidikan dan pelatihan tanggap bencana harus merata hingga ke pelosok,” jelas SPK calon Gubernur dari paket SIAGA.
Program ini juga melibatkan peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat, dengan bantuan ahli kebencanaan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan siap menghadapi ancaman alam.
SIAGA juga memiliki komitmen besar untuk mengembangkan NTT sebagai daerah yang berkelanjutan. Selain fokus pada air bersih dan mitigasi bencana, program ini mencakup pengelolaan lingkungan yang lebih baik, termasuk konservasi hutan, penanggulangan polusi, dan pemanfaatan energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya di wilayah Sumba. Dengan pendekatan inklusif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, SIAGA berupaya menurunkan tingkat kemiskinan dan menyediakan sarana prasarana yang merata.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








