SN – Rusia meluncurkan serangan besar-besaran ke Ukraina pada Minggu (23/02/2025) malam, dengan melibatkan 267 pesawat tak berawak yang menghancurkan infrastruktur dan menewaskan sedikitnya 3 orang. Serangan ini terjadi sehari sebelum peringatan tahun ketiga invasi skala penuh Moskow ke Ukraina.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut serangan ini sebagai “serangan terbesar sejak pesawat nirawak Iran mulai menyerang kota-kota dan desa-desa Ukraina.” Angkatan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 138 pesawat nirawak di 13 wilayah Ukraina, dengan 119 lainnya hilang dalam perjalanan menuju sasaran. Selain itu, tiga rudal balistik juga diluncurkan oleh Rusia.
Zelenskyy juga mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan hampir 1.150 pesawat tak berawak, lebih dari 1.400 bom udara berpemandu, dan 35 rudal minggu ini. “Setiap hari, rakyat kami melawan teror udara,” tulis Zelenskyy di media sosial.
Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, memuji tentara Rusia yang bertempur di Ukraina dalam pesan khusus yang disiarkan televisi pada hari Minggu. Ia menjanjikan dukungan sosial yang lebih besar bagi personel militer dan senjata serta peralatan baru bagi pasukan Rusia.
Putin menggunakan pidato hari Minggunya untuk menjanjikan dukungan sosial yang lebih besar bagi personel militer dan senjata serta peralatan baru bagi pasukan Rusia. “Saat ini, saat dunia berubah dengan cepat, arah strategis kita untuk memperkuat dan mengembangkan Angkatan Bersenjata tetap tidak berubah,” katanya.
Sementara itu, Zelenskyy dan pejabat lainnya menghadiri sebuah forum di Kyiv pada hari Minggu untuk membahas keadaan negara tersebut sehari sebelum perang mencapai tiga tahun. Zelenskyy menutup forum tersebut dengan sebuah konferensi pers.
Serangan Rusia terjadi saat para pemimpin di Kyiv dan seluruh Eropa tengah berupaya menavigasi perubahan cepat dalam kebijakan luar negeri AS di bawah Presiden Trump. Trump telah mengakhiri dukungan kuat selama bertahun-tahun bagi Ukraina, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa ia akan bergabung dengan Moskow untuk memaksakan penyelesaian perang tanpa melibatkan Ukraina dan para pendukungnya di Eropa.
Zelenskyy telah menyatakan kekhawatirannya bahwa upaya Trump untuk mendorong resolusi cepat akan mengakibatkan hilangnya wilayah bagi Ukraina dan kerentanan terhadap agresi Rusia di masa mendatang. “Kita harus melakukan segala yang mungkin untuk mewujudkan perdamaian yang langgeng dan adil bagi Ukraina,” tulis Zelenskyy di media sosial pada hari Minggu. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








