Menakar Dasa Cita NTT: Janji yang Bekerja, atau Sekadar Bekerja sebagai Janji?
OPINI, SNC – Setiap rezim selalu datang dengan slogan. Di Nusa Tenggara Timur, slogan itu bernama Dasa Cita yang diklaim sebagai fondasi pembangunan. Di atas kertas, ia terdengar lengkap: pariwisata, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga reformasi birokrasi. Namun pengalaman publik mengajarkan satu hal penting: kebijakan yang baik di dokumen belum tentu bekerja di lapangan.
Karena itu, Dasa Cita perlu diuji bukan dari seberapa sering ia diucapkan, melainkan dari seberapa jauh ia mengubah kehidupan warga, petani, nelayan, buruh, perempuan, dan anak muda, yang selama ini hidup di wilayah dengan indeks kemiskinan tinggi dan akses layanan dasar yang terbatas.
Dasa Cita ketiga menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal. Festival berskala internasional, ribuan tamu asing, dan jutaan penonton digital memang menciptakan kesan kemajuan. Namun pertanyaan krusialnya adalah: ekonomi siapa yang digerakkan?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









