Pengalaman di banyak daerah menunjukkan, pariwisata sering menjadi mesin pertumbuhan yang timpang. Nilai ekonomi mengalir deras ke hotel, promotor, dan jejaring bisnis besar, sementara warga lokal hanya kebagian serpihan. Program one village one product (OVOP), dapur produksi, dan penguatan UMKM memang patut dicatat. Tetapi tanpa data terbuka tentang kenaikan pendapatan warga, klaim keberhasilan pariwisata berisiko menjadi narasi sepihak.
Pariwisata seharusnya mengubah struktur ekonomi lokal, bukan sekadar mempercantik etalase daerah.
Jaminan Kesehatan: Kartu Ada, Layanan Tertinggal
Dasa Cita keempat menjanjikan kesejahteraan bersama melalui jaminan kesehatan dan perlindungan pekerja. Pemerintah mengklaim membantu ratusan ribu warga miskin dan pekerja informal. Namun di lapangan, warga masih menghadapi masalah klasik: jarak fasilitas kesehatan, keterbatasan tenaga medis, dan kualitas layanan yang timpang.
Di banyak desa, jaminan kesehatan berhenti pada kepesertaan administratif. Ketika puskesmas kekurangan dokter, obat, dan alat, kartu jaminan kehilangan maknanya. Inilah titik lemah kebijakan yang terlalu fokus pada angka cakupan, tetapi abai pada kualitas layanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









