Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menakar Dasa Cita NTT: Antara Janji Pembangunan dan Realitas Lapangan

Kontributor : SN Editor: Redaksi
menakar-dasa-cita-ntt-antara-janji-pembangunan-dan-realitas-lapangan
Menakar Dasa Cita NTT: Antara Janji Pembangunan dan Realitas Lapangan

Jika kesejahteraan menjadi tujuan, maka evaluasi harus diarahkan pada hasil, bukan sekadar serapan anggaran.

Stunting: Program Banyak, Hasil Lambat

Stunting di NTT, terutama di wilayah seperti Timor Tengah Selatan, masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai. Pelatihan ribuan kader Posyandu, pelibatan aparat keamanan, kampus, dan LSM menunjukkan keseriusan administratif. Namun angka stunting yang belum turun signifikan menimbulkan pertanyaan serius: apa yang salah?

Masalah stunting bukan soal kurangnya program, melainkan ketidakmampuan menyentuh akar persoalan: kemiskinan kronis, air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, dan kesehatan ibu. Selama kebijakan masih terfragmentasi dan berorientasi proyek, stunting akan terus menjadi statistik yang berulang.

Lebih mengkhawatirkan, jarang terdengar evaluasi terbuka tentang kegagalan. Padahal, keberanian mengakui kegagalan adalah prasyarat perbaikan.

Sekolah Vokasi: Harapan atau Ilusi Baru?

Sekolah vokasi berbasis potensi daerah dijanjikan sebagai solusi pendidikan dan ketenagakerjaan. Gagasannya menarik: anak NTT belajar mengolah potensi daerahnya sendiri. Namun sejarah pendidikan vokasi di Indonesia penuh ironi, lulusan banyak, serapan minim.

Baca Juga :  Spritualitas, Integritas, Kualitas Bernegara POLRI Membangun Negara Hukum Demokratis Konstitusional Indonesia
  • Bagikan