Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menakar Dasa Cita NTT: Antara Janji Pembangunan dan Realitas Lapangan

Kontributor : SN Editor: Redaksi
menakar-dasa-cita-ntt-antara-janji-pembangunan-dan-realitas-lapangan
Menakar Dasa Cita NTT: Antara Janji Pembangunan dan Realitas Lapangan

Ketika kesejahteraan ASN dijanjikan, publik bertanya: bagaimana dengan tenaga honorer, guru kontrak, dan pekerja layanan dasar? PAD yang sehat seharusnya memperbaiki layanan publik terlebih dahulu, bukan memperlebar jarak antara negara dan warga.

Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi: Substansi atau Kosmetik?

NTT Digital dan kanal pengaduan publik menunjukkan niat reformasi. Namun digitalisasi tanpa perubahan budaya hanya memindahkan keruwetan lama ke layar ponsel. Birokrasi tetap lambat, hanya lebih modern.

Reformasi sejati diukur dari keberanian memotong prosedur, menindak penyimpangan, dan membuka data. Tanpa itu, aplikasi hanyalah kosmetik reformasi.

Kolaborasi dan Ancaman Sosial yang Terabaikan

Kolaborasi lintas sektor digaungkan sebagai kunci. Namun kolaborasi tanpa arah yang jelas berisiko menjadi jargon. Di saat yang sama, ancaman sosial seperti meningkatnya penyakit menular seksual dan budaya konsumtif justru membutuhkan respons kebijakan yang lebih tegas dan berbasis data.

Pendekatan moralistik terbukti gagal. Yang dibutuhkan adalah kebijakan kesehatan publik yang berani, terbuka, dan bebas stigma.

Dasa Cita di Persimpangan

Dasa Cita kini berada di persimpangan: menjadi peta jalan perubahan atau sekadar arsip janji politik. Publik tidak menuntut keajaiban, tetapi menuntut kejujuran, koreksi, dan keberpihakan nyata.

Baca Juga :  Bermanfaat Walau Tak Beraturan
  • Bagikan