Ketika Menulis Terasa Menjadi Beban: Mengubah Cara Mengajar, Mengubah Pengalaman Belajar

Kontributor : Antonia Editor: Redaksi
IMG 20260811 WA0019

Ketika Menulis Terasa Menjadi Beban: Mengubah Cara Mengajar, Mengubah Pengalaman Belajar

Oleh: Antonia, S.Pd., Gr. (Guru SD Inpres Tepas, Kab. TTS)

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

SNC – Menulis seharusnya menjadi salah satu cara bagi murid untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan, rasakan, dan pahami. Namun, bagaimana jika kegiatan menulis justru terasa seperti beban?

Pertanyaan itulah yang muncul dalam pengalaman saya mengajar di SD Inpres Tepas, Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Selama dua tahun mengabdi di sekolah ini sebagai guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti, saya belajar bahwa mengajar bukan sekadar menyampaikan materi. Lebih dari itu, guru perlu memahami bagaimana murid belajar, apa yang mereka rasakan, serta apa yang menyebabkan mereka mengalami kesulitan.

Salah satu pengalaman yang paling mendorong saya untuk berefleksi terjadi ketika saya menemukan sebagian besar murid kelas V enggan menulis. Pada awalnya, saya berpikir sederhana: mereka malas.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Dr. Rudi Rohi Masuk Lingkar Rektorat Undana, Usung Reformasi Kemahasiswaan Berbasis Kognitif dan Soft Skill
  • Bagikan