JANGAN BIARKAN MIRAS MERAMPAS MASA DEPAN ANAK KAMPUNG
Oleh: Yafet Tunliu, S.P., Gr. (Guru SMK Negeri Polen – TTS)
Kampung selalu digambarkan sebagai ruang kehidupan yang damai, tempat akar budaya dirawat, semangat gotong royong dipelihara, dan harapan masa depan dititipkan kepada generasi muda. Di kampung, nilai-nilai kebersamaan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Keluarga menjadi tempat pertama anak belajar tentang kehidupan, sementara masyarakat menjadi ruang bagi mereka untuk mengenal tanggung jawab, membangun karakter, dan menumbuhkan cita-cita.
Namun, gambaran ideal itu perlahan menghadapi tantangan serius. Di sejumlah sudut kampung, ketika malam mulai menyelimuti permukiman, kita masih menjumpai pemandangan sekelompok remaja usia sekolah yang berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras (miras). Fenomena ini bukan sekadar persoalan kenakalan remaja atau gangguan ketertiban umum. Lebih dari itu, keadaan tersebut merupakan alarm sosial yang menuntut perhatian serius dari keluarga, sekolah, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








