Digitalisasi Pajak atau Ilusi Modernisasi? IRIS Kupang Uji Komitmen Bapenda NTT

Kontributor : YB Editor: Redaksi
digitalisasi-pajak-atau-ilusi-modernisasi-iris-kupang-uji-komitmen-bapenda-ntt
Digitalisasi Pajak atau Ilusi Modernisasi? IRIS Kupang Uji Komitmen Bapenda NTT

“Kalau data kita belum bersih, maka digitalisasi hanya akan memindahkan masalah lama ke sistem baru,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa digitalisasi tanpa pembenahan data berpotensi menjadi sekadar kosmetik kebijakan terlihat modern di permukaan, tetapi rapuh dalam implementasi.

Fakta lain yang mengemuka dalam forum tersebut adalah rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak. Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 40 persen masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan bermotor, sementara 60 persen lainnya masih belum patuh.
Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi efektivitas digitalisasi. Tanpa kesadaran dan partisipasi masyarakat, sistem secanggih apa pun tidak akan memberikan hasil optimal.

Dekan FISIP Universitas Nusa Cendana, Prof. William Djani, menilai bahwa digitalisasi harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Digitalisasi tidak boleh hanya berhenti pada sistem. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasakan kemudahan, kecepatan, dan keadilan dalam pelayanan,” ujarnya.

  • Bagikan
Exit mobile version