Mereka perlu memahami mengapa hutan harus dijaga, mengapa sumber mata air tidak boleh dicemari, dan mengapa kepentingan bersama harus ditempatkan di atas kepentingan sesaat.
Dalam konteks ini, festival budaya dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran lingkungan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pentas tarian adat, tutur Natoni, dan musik tradisional menjadi media untuk memperkenalkan nilai-nilai lokal. Sementara itu, pesan lingkungan memberikan relevansi terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.
Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan sosial.
Oelamasi, ruang pertemuan sejarah dan masa depan
Penyelenggaraan festival ini juga dirangkaikan dengan peringatan peresmian Kota Oelamasi sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota definitif Kabupaten Kupang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2006.
Momentum tersebut memberikan makna tersendiri.
Oelamasi menjadi ruang pertemuan antara perjalanan pemerintahan modern dengan keberadaan masyarakat adat yang memiliki sejarah panjang di Kabupaten Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







