Feset Usif Ma Nai 2026: Ketika Pesan Leluhur tentang Hutan dan Mata Air Menjadi Seruan Menyelamatkan Lingkungan

Kontributor : YB
feset-usif-ma-nai-2026-ketika-pesan-leluhur-tentang-hutan-dan-mata-air-menjadi-seruan-menyelamatkan-lingkungan

Mereka perlu memahami mengapa hutan harus dijaga, mengapa sumber mata air tidak boleh dicemari, dan mengapa kepentingan bersama harus ditempatkan di atas kepentingan sesaat.

Dalam konteks ini, festival budaya dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran lingkungan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pentas tarian adat, tutur Natoni, dan musik tradisional menjadi media untuk memperkenalkan nilai-nilai lokal. Sementara itu, pesan lingkungan memberikan relevansi terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.

Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan sosial.

Oelamasi, ruang pertemuan sejarah dan masa depan

Penyelenggaraan festival ini juga dirangkaikan dengan peringatan peresmian Kota Oelamasi sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota definitif Kabupaten Kupang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2006.

Momentum tersebut memberikan makna tersendiri.

Oelamasi menjadi ruang pertemuan antara perjalanan pemerintahan modern dengan keberadaan masyarakat adat yang memiliki sejarah panjang di Kabupaten Kupang.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Dari Mimbar Sinode GMIT, Bupati Kupang Ajak Pemerintah dan Gereja Menyembuhkan Luka Bersama
  • Bagikan