Ungkapan tersebut bukan sekadar kalimat pelengkap dalam sebuah festival. Ia mengandung filosofi hubungan manusia dengan alam yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat adat.
Pesan itulah yang memberikan warna berbeda pada penyelenggaraan Feset Usif Ma Nai Kabupaten Kupang 2026 di Alun-Alun Civic Center, Pusat Pemerintahan Kabupaten Kupang, Oelamasi, Senin (2/11/2026).
Sekitar 1.000 peserta dari berbagai wilayah adat dan kecamatan se-Kabupaten Kupang hadir. Mereka terdiri dari para Usif atau raja, pemangku adat, amaf, ikatan masyarakat adat, sanggar seni, hingga pelajar.
Festival yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan ini mempertemukan dua kepentingan yang sesungguhnya tidak dapat dipisahkan: pelestarian kebudayaan dan perlindungan lingkungan hidup.
Ketika kearifan lokal bertemu perubahan iklim
Perubahan iklim sering kali dibicarakan dalam forum ilmiah, pertemuan pemerintah, maupun diskusi pembangunan. Istilah seperti ketahanan iklim, emisi karbon, degradasi lingkungan, dan keberlanjutan menjadi bagian dari percakapan global.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







