Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Dampak Perang Timur Tengah, Bank Indonesia Perkuat Intervensi dan Tahan Suku Bunga

Kontributor : YB Editor: Redaksi
hadapi-dampak-perang-timur-tengah-bank-indonesia-perkuat-intervensi-dan-tahan-suku-bunga
Hadapi Dampak Perang Timur Tengah, Bank Indonesia Perkuat Intervensi dan Tahan Suku Bunga

Di sisi likuiditas, BI menjaga pertumbuhan uang primer di atas 10% guna memastikan kecukupan likuiditas di perbankan dan pasar uang, termasuk melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara terukur.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan kredit ke sektor riil. BI mempertahankan berbagai rasio penting seperti Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) guna menjaga stabilitas sistem keuangan.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

BI juga terus mendorong transparansi suku bunga kredit serta memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor produktif.

Dalam upaya menopang pertumbuhan ekonomi, BI mempercepat digitalisasi sistem pembayaran. Sejumlah inisiatif disiapkan, termasuk peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) serta penguatan kerja sama QRIS antarnegara, sebagai bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

Baca Juga :  FC Brottus Kupang, Surga Nikmat Ayam Geprek dan Lalapan di Tengah Kota
  • Bagikan