SN, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi sebesar 1,90% pada Desember 2024, dengan kontribusi utama dari kenaikan harga makanan dan minuman.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa inflasi ini dipicu oleh lonjakan harga beras, minyak goreng, dan daging ayam ras, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.
Matamira menjelaskan bahwa inflasi ini tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan yang meningkat menjelang akhir tahun, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti gangguan distribusi akibat kondisi cuaca buruk. Perayaan Natal dan Tahun Baru juga meningkatkan konsumsi masyarakat, sehingga memicu kenaikan harga barang dan jasa.
Selain itu, tarif transportasi mengalami kenaikan, terutama untuk rute-rute menuju daerah terpencil. “Kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi logistik, yang turut mempengaruhi kenaikan harga,” jelas Matamira.
Kenaikan harga makanan dan minuman ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Masyarakat di pedesaan, yang banyak bergantung pada hasil pertanian lokal, merasakan dampak signifikan dari inflasi ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








