“Pasar telah mengalami penurunan selama tiga minggu berturut-turut, yang sebagian besar dipicu oleh ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan. Kita telah disuguhi banyak pengumuman tarif, yang kali ini diterapkan secara lebih luas dibandingkan kebijakan tarif yang terfokus seperti yang terjadi pada awal tahun 2018,” kata Art Hogan.
Saham Stellantis, produsen kendaraan Jeep dan Dodge yang memiliki beberapa pabrik di Kanada, mengalami penurunan tajam, mengingat dampak dari eskalasi konflik ini.
“Itulah tantangan pasar saat ini, kita harus menunggu hingga 2 April untuk melihat apakah akan ada tindakan balasan,” ujar Greenhaus. “Jadi, kita punya waktu tiga minggu untuk kemungkinan situasi yang semakin memburuk” tuturnya.
Penurunan saham juga terjadi setelah para ahli strategi dari Citigroup menurunkan pandangan mereka terhadap ekuitas AS, mengikuti langkah serupa yang diambil oleh bank-bank besar lainnya, termasuk JPMorgan Chase, yang membatasi prospek positif untuk pasar saham AS pada tahun 2025.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








