Selain itu, oknum tersebut memaksanya untuk menghapus video yang diduga telah direkam tanpa izinnya. Ja’far pun merasa bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap hak-haknya sebagai warga negara.
“Saya hanya ingin bekerja halal dan membantu orang yang membutuhkan. Namun, saya merasa dianiaya dan dicemarkan nama baiknya. Saya tidak terima diperlakukan seperti ini,” ungkap Ja’far dengan nada kecewa.
Ja’far, yang telah meraih berbagai penghargaan internasional termasuk medali emas di Shanghai International Exhibition of Inventions, berharap Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian terhadap kejadian ini. Dia meminta dukungan agar hak-haknya sebagai warga negara dan ilmuwan yang berkontribusi bagi masyarakat dapat dihormati.
“Saya akan melaporkan peristiwa ini kepada Presiden Prabowo. Saya yakin beliau akan memahami pentingnya keadilan bagi seluruh rakyat, tanpa memandang latar belakang atau profesi,” tegas Ja’far.
Muhammad Ja’far Hasibuan berharap agar tindakan yang ia alami menjadi perhatian serius bagi pihak terkait. Ia juga berharap Dishub Medan bersedia menyampaikan permintaan maaf secara resmi sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









