Jakarta, SNC – Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG) melayangkan kritik keras terhadap Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang dinilai gagal menjalankan perannya sebagai regulator ekspor sarang burung walet. Kritik ini mencuat seiring dengan kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Kalimantan pada 29–30 September 2025, yang semestinya menjadi momentum evaluasi serius terhadap Barantin.
Koordinator Nasional ARPG, Syafrudin Budiman SIP (Gus Din), menegaskan bahwa Barantin justru menjadi penghambat bagi pelaku usaha, bukannya menjadi garda depan yang menjaga kepentingan nasional. Regulasi berbelit, kuota ekspor tidak jelas, hingga inkonsistensi kebijakan dituding sebagai biang keladi yang membuat ekspor sarang burung walet komoditas dengan devisa besar tersendat.
“Indonesia adalah penghasil sarang burung walet terbesar di dunia. Ironisnya, kita justru tersandera kuota pembatasan ekspor. Jika potensi ini dimaksimalkan, devisa negara bisa mencapai triliunan rupiah per tahun,” ujar Gus Din dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









