Sebagai langkah terakhir, ARPG mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung. Menurut Gus Din, masalah ekspor walet tidak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut devisa negara, nasib tenaga kerja, serta citra Indonesia di pasar global.
“Bapak Presiden harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Barantin. Jika terbukti gagal, pergantian pimpinan adalah solusi terbaik. Hanya dengan cara itu, visi besar Asta Cita di bidang ekspor pertanian bisa diwujudkan,” pungkas Gus Din.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah. Ekspor sarang burung walet adalah aset strategis yang bisa mendongkrak devisa dan membuka lapangan kerja luas. Namun tanpa regulasi yang sehat, potensi besar itu bisa berubah menjadi bumerang.
Evaluasi menyeluruh terhadap Barantin bukan hanya soal menyelamatkan perusahaan eksportir, tetapi juga tentang menjaga ribuan tenaga kerja dan memastikan Indonesia tetap menjadi pemain utama di pasar dunia.
Jika evaluasi tidak segera dilakukan, maka janji-janji besar tentang penguatan ekspor hanya akan tinggal retorika, sementara rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari industri walet terus menanggung kerugian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









