Google menemukan bahwa banyak penipuan ini terjadi di sektor-sektor yang seringkali dibutuhkan dalam situasi darurat, seperti layanan tukang kunci atau derek. “Penipu semakin pintar dalam menjalankan aksinya,” ujar DeLaine Prado.
Selain itu, penyelidikan Google mengungkapkan bahwa para penipu ini tidak bekerja sendirian, melainkan berkolaborasi dengan agen dari berbagai belahan dunia dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan mereka.
Salah satu contoh dalam gugatan tersebut menunjukkan seorang penipu yang memposting di berbagai grup Facebook untuk mempromosikan “ulasan bintang 5” yang dapat melewati pedoman Google.
Taktik Penipuan yang Digunakan
DeLaine Prado mengidentifikasi beberapa teknik yang biasa digunakan oleh penipu di Google Maps. Salah satunya adalah “umpan dan tukar”, di mana seorang konsumen mencari layanan lokal, tetapi malah tertipu oleh daftar bisnis palsu. Terkadang, konsumen juga menghubungi perusahaan yang sah, tetapi panggilan mereka dialihkan ke penipu melalui layanan pemalsuan ilegal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








