SN, Feature – Pagi itu, di balik langit Timor yang cerah, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menjadi saksi pertemuan ratusan insan pendidikan. Mereka datang dari penjuru Kabupaten Kupang—dari puncak Amfoang hingga pesisir Semau—membawa secercah harapan yang dibungkus dalam dedikasi. Ruang aula yang luas perlahan terisi, bukan hanya oleh kursi dan deretan meja, tetapi oleh semangat kolektif untuk membangun masa depan melalui pendidikan yang lebih terstruktur dan berbasis data.
Di tengah atmosfer yang penuh kesungguhan itu, Bunda PAUD Kabupaten Kupang, Aurum Titu Eki, berdiri sebagai poros harapan. Sebagai Wakil Bupati sekaligus figur yang memahami kompleksitas ekosistem pendidikan, ia membuka kegiatan Sosialisasi Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data (PBD) dengan kehangatan seorang pembina dan ketegasan seorang pemimpin.
Dalam dunia akademik, data bukan sekadar angka. Ia adalah representasi naratif tentang kondisi sosial, ekonomi, dan kualitas layanan pendidikan. Ia adalah cermin yang menyingkap ketertinggalan sekaligus peta yang menunjukkan arah maju. Dan pagi itu, narasi ilmiah itu diwujudkan dalam aksi konkret: melatih 300 pengelola PAUD untuk membangun budaya dokumentasi yang lebih presisi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








