Bentrokan di Suriah Tewaskan Lebih dari 1000 Orang

bentrokan
Penduduk desa berdoa selama pemakaman empat anggota pasukan keamanan Suriah yang tewas dalam bentrokan dengan loyalis Presiden terguling Bashar Assad di pesisir Suriah, Sabtu, 8 Maret 2025

Seorang warga Baniyas, kota yang paling parah terkena dampak kekerasan, menceritakan bahwa mayat-mayat berserakan di jalan dan dibiarkan begitu saja di rumah-rumah serta atap gedung. “Itu sangat buruk, mayat-mayat tergeletak di jalan,” kata Ali Sheha, yang melarikan diri bersama keluarganya setelah bentrokan dan serangan yang terjadi pada Jumat lalu. Sheha menggambarkan serangan tersebut sebagai pembalasan terhadap minoritas Alawite atas tindakan kejam yang dilakukan oleh pemerintahan Assad.

Rami Abdurrahman, kepala Observatorium Suriah, menyebut bentrokan dan pembunuhan balas dendam ini sebagai salah satu pembantaian terbesar dalam sejarah konflik Suriah. Sebelumnya, kelompok ini melaporkan bahwa lebih dari 600 orang tewas, namun angka yang lebih baru mengindikasikan lebih dari 1.000 korban tewas.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di desa Tuwaym, 31 jenazah yang tewas akibat serangan balas dendam dikuburkan di sebuah kuburan massal. Korban yang tewas termasuk sembilan anak-anak dan empat wanita.

Seorang anggota parlemen Lebanon, Haidar Nasser, melaporkan bahwa banyak warga Alawite melarikan diri ke Lebanon untuk menyelamatkan diri. Nasser menyatakan bahwa banyak orang berlindung di pangkalan udara Rusia di Hmeimim dan menyerukan masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan kepada warga Alawite, yang sebagian besar setia kepada negara mereka.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Penyelam Polandia Temukan 220 Pon Kokain
  • Bagikan