Menurut pihak kepolisian, ini merupakan “serangan pertama yang menargetkan bisnis Elon Musk” di wilayah Loire, meskipun hingga saat ini belum ada penangkapan. Tesla telah lama menjadi sasaran protes global, sebagian besar terkait dengan hubungan Musk dengan pemerintah AS di bawah Presiden Trump serta dukungannya terhadap kelompok politik sayap kanan di Eropa. Baru-baru ini, puluhan mobil Tesla juga dibakar di Toulouse, Prancis selatan.
Baca Juga : UEA Jatuhi Hukuman Mati Pada Pelaku Pembunuhan Rabi Yahudi
Di Amerika Serikat, serangkaian serangan terhadap properti Tesla telah digambarkan oleh Jaksa Agung Pam Bondi sebagai “terorisme domestik.” Ia berjanji untuk memberikan hukuman yang berat kepada pelaku, termasuk mereka yang mungkin berada di balik layar mengatur dan mendanai serangan tersebut.
Sejak Januari 2025, kejadian serupa telah dilaporkan di sembilan negara bagian, menurut sebuah buletin yang dikeluarkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika dan FBI. Insiden-insiden tersebut meliputi pembakaran, penembakan, dan vandalisme, termasuk grafiti yang mengekspresikan ketidakpuasan terhadap Tesla dan pemiliknya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








