Secara politik—gerakan ini menunjukkan bahwa basis relawan 98 Reformasi bergerak dalam gerakan baru: bukan lagi demonstrasi, tetapi kerja sosial produktif. Ada transformasi bentuk advokasi politik: dari jalan raya menjadi laboratorium sosial.
Ada dua pesan publik yang dipancarkan:
1. Negara tidak bisa bekerja sendiri.
Keadilan distribusi tidak dapat dijalankan hanya oleh birokrasi. Partisipasi sosial adalah variabel penentu.
2. Solidaritas harus dimaterialkan.
Solidaritas itu bukan slogan. Ia harus menjadi paket sembako, menjadi gizi yang sampai ke perut anak-anak, menjadi daya beli yang nyata.
Di tengah kekhawatiran ekonomi global dan potensi ketidakpastian politik eksternal, aksi #WargaPeduliWarga menjadi penegas bahwa resilensi sosial Indonesia dibangun dari daya sama: gotong royong.
Gerakan Jilid 6 ini sekaligus mengirimkan pesan strategis bahwa agenda besar Presiden Prabowo dalam Asta Cita adalah agenda yang memerlukan partner sosial. Di titik inilah 98 RN berposisi: melengkapi, memperkuat, dan menjadi bukti bahwa demokrasi sosial yang sehat adalah demokrasi yang memberi makan, bukan sekadar berbicara.
(red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








