Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Layanan Pertanahan Lawan Budaya Libur: Sertipikat Tetap Jalan

Kontributor : SN Editor: Redaksi
layanan-pertanahan-tetap-jalan
Layanan Pertanahan Lawan Budaya Libur: Sertipikat Tetap Jalan

Aspek lain yang jarang dibicarakan adalah beban aparatur. Layanan di hari libur berarti ada pegawai yang bekerja di luar jam normal. Tanpa pengaturan insentif dan manajemen kerja yang jelas, kebijakan ini berpotensi menimbulkan kelelahan struktural.

Pelayanan publik yang baik tidak boleh dibangun di atas pengorbanan sepihak. Jika negara ingin melawan budaya libur, maka yang perlu dibenahi bukan hanya jadwal layanan, tetapi juga sistem kerja, distribusi beban, dan perlindungan aparatur.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Layanan pertanahan yang tetap berjalan di hari libur adalah sinyal penting. Ia menunjukkan bahwa birokrasi bisa lentur ketika ada kemauan politik dan dorongan publik. Namun sinyal ini akan kehilangan makna jika tidak diikuti perubahan yang lebih mendasar.

Ujian sesungguhnya bukan pada keberanian membuka kantor di hari libur, melainkan pada kemampuan negara menghadirkan layanan yang konsisten setiap hari—cepat, pasti, dan adil—tanpa bergantung pada momen khusus. Sertipikat yang tetap jalan saat libur adalah awal. Menjadikannya standar, bukan pengecualian, adalah pekerjaan rumah yang sesungguhnya.

Baca Juga :  Cepat Respons Aduan, Karo Humas ATR/BPN Minta Jajaran Intensif Berkoordinasi dengan Ditjen Teknis
  • Bagikan