“Pembangunan yang berkeadilan hanya mungkin terjadi jika kita berhenti berpikir dalam sekat administratif dan mulai membangun dalam kerangka sinergi nasional,” ujarnya.
Kabupaten Kupang hadir dengan misi jelas: memperjuangkan perhatian lebih terhadap kawasan perbatasan dan kepulauan, termasuk Nusa Tenggara Timur, yang selama ini belum sepenuhnya menjadi arus utama pembangunan nasional.
Bagi Aurum, keadilan tidak cukup dinyatakan dalam angka APBN, tetapi harus hadir dalam bentuk akses pendidikan yang merata, infrastruktur yang layak, dan distribusi anggaran yang proporsional.
Dalam diskusi lintas kepala daerah, Aurum menekankan pentingnya pendekatan kolektif berbasis kerja sama regional, bukan persaingan antarwilayah. “Kami percaya bahwa kupang yang maju adalah hasil dari Indonesia yang saling menopang, bukan saling mendahului,” tegasnya.
Forum ini juga membahas strategi-strategi penting, termasuk transformasi digital pemerintahan, penguatan daya saing daerah, dan adaptasi terhadap tantangan global. Kabupaten Kupang menyampaikan bahwa pengalaman lokal dan praktik baik dari daerah lain menjadi inspirasi penting untuk ditransformasikan secara kontekstual di wilayah mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









