Dalam pelaksanaannya, langkah tersebut harus menghindari tindakan sewenang-wenang dan tetap menghormati ketentuan hukum. Tujuannya bukan menciptakan ketakutan di tengah masyarakat, melainkan membangun lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja.
Kelima, tokoh adat dan tokoh agama perlu menghidupkan kembali kekuatan nilai-nilai lokal. Nilai kebersamaan, penghormatan terhadap kehidupan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama merupakan modal sosial yang berharga bagi masyarakat kampung. Nilai-nilai tersebut akan semakin kuat apabila diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk kesediaan mendampingi anak-anak muda yang sedang menghadapi persoalan.
Keenam, pemuda harus dilibatkan sebagai pelaku perubahan. Jangan hanya membicarakan generasi muda dalam rapat-rapat masyarakat tanpa memberi mereka kesempatan menyampaikan pendapat. Berikan ruang bagi mereka untuk menyusun kegiatan, memimpin kelompok, mengembangkan usaha, melestarikan budaya, dan mengambil bagian dalam pembangunan kampung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








