Literasi dan Numerasi Tidak Tumbuh dalam Sehari
Saya semakin percaya bahwa meningkatkan literasi dan numerasi bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan melalui satu metode atau satu kegiatan. Ia membutuhkan proses yang konsisten. Murid perlu membaca setiap hari. Mereka perlu berbicara, menulis, bertanya, menghitung, membandingkan, menganalisis, dan memecahkan masalah.
Karena itu, literasi dan numerasi seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab guru Bahasa Indonesia atau Matematika. Keduanya harus menjadi bagian dari budaya belajar di sekolah.
Penelitian tentang PBL dan pembelajaran berdiferensiasi juga memperlihatkan bahwa pendekatan yang memberi ruang pada persoalan kontekstual, kebutuhan belajar yang beragam, serta keterlibatan aktif murid memiliki potensi untuk mendukung literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis. ([Journal Universitas Pasundan][3])
Namun, bagi saya, teori akan kehilangan makna jika tidak diterjemahkan menjadi tindakan di kelas. Guru tidak harus menunggu fasilitas sempurna untuk mulai berubah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
