PBL memberikan ruang bagi murid untuk belajar melalui masalah. Mereka diajak mengidentifikasi persoalan, mencari informasi, berdiskusi, mencoba menemukan solusi, kemudian menyampaikan hasil pemikirannya.
Sejumlah penelitian pendidikan juga menunjukkan bahwa PBL dapat menjadi salah satu pendekatan yang membantu mengembangkan literasi dan numerasi karena proses belajarnya berangkat dari persoalan yang harus dipahami dan diselesaikan murid. Integrasi PBL dengan pembelajaran berdiferensiasi juga dilaporkan dapat membantu mengakomodasi perbedaan kemampuan belajar murid. ([Journal Universitas Pasundan][2])
Bagi saya, bagian paling penting bukanlah istilah PBL-nya, tetapi perubahan cara berpikir yang terjadi di kelas.
Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber jawaban. Murid diberi kesempatan untuk berpikir.
Deep Learning: Belajar Tidak Cukup Sekadar Tahu
Saya juga berusaha menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam atau deep learning.
Bagi saya, belajar secara mendalam berarti murid tidak berhenti pada pertanyaan “apa jawabannya?,” tetapi mulai diarahkan pada pertanyaan “mengapa jawabannya demikian?,”, “bagaimana cara mendapatkannya?,” dan “di mana pengetahuan ini dapat digunakan?”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
