Perubahan kecil dalam pertanyaan ternyata dapat mengubah cara murid berpikir.
Ketika guru hanya meminta jawaban, murid cenderung mengejar hasil akhir. Namun ketika murid diminta menjelaskan alasan, mereka mulai belajar mengemukakan proses berpikir. Di sinilah literasi dan numerasi bertemu dengan kemampuan bernalar.
Murid membaca untuk memahami. Mereka menghitung untuk mengambil keputusan. Mereka berdiskusi untuk menguji gagasan. Mereka menjelaskan jawaban untuk belajar mempertanggungjawabkan pikirannya.
Bagi saya, pembelajaran yang bermakna bukanlah pembelajaran ketika semua murid diam mendengarkan guru. Pembelajaran yang bermakna adalah ketika murid mulai menggunakan pikirannya.
Reading Camp untuk Mereka yang Masih Berjuang Membaca
Pembelajaran di dalam kelas saja ternyata belum cukup. Saya masih menemukan murid yang membutuhkan pendampingan lebih intensif dalam membaca dan menulis. Karena itu, saya melaksanakan kegiatan khusus berupa Reading Camp serta memberikan bimbingan secara lebih personal kepada murid yang mengalami kesulitan belajar. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi murid untuk belajar tanpa merasa sedang dikejar oleh target pembelajaran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
