Dari Murid yang Sulit Membaca hingga Berani Berpendapat: Apa yang Berubah di Kelas Saya?

Kontributor : Ariyani Udin Editor: Redaksi
IMG 20260820 WA0006

PBL memberikan ruang bagi murid untuk belajar melalui masalah. Mereka diajak mengidentifikasi persoalan, mencari informasi, berdiskusi, mencoba menemukan solusi, kemudian menyampaikan hasil pemikirannya.

Sejumlah penelitian pendidikan juga menunjukkan bahwa PBL dapat menjadi salah satu pendekatan yang membantu mengembangkan literasi dan numerasi karena proses belajarnya berangkat dari persoalan yang harus dipahami dan diselesaikan murid. Integrasi PBL dengan pembelajaran berdiferensiasi juga dilaporkan dapat membantu mengakomodasi perbedaan kemampuan belajar murid. ([Journal Universitas Pasundan][2])

Bagi saya, bagian paling penting bukanlah istilah PBL-nya, tetapi perubahan cara berpikir yang terjadi di kelas.

Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber jawaban. Murid diberi kesempatan untuk berpikir.

Deep Learning: Belajar Tidak Cukup Sekadar Tahu

Saya juga berusaha menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam atau deep learning.

Bagi saya, belajar secara mendalam berarti murid tidak berhenti pada pertanyaan “apa jawabannya?,” tetapi mulai diarahkan pada pertanyaan “mengapa jawabannya demikian?,”, “bagaimana cara mendapatkannya?,” dan “di mana pengetahuan ini dapat digunakan?”

  • Bagikan
Exit mobile version