Pendidik Disorot: Kontributor Kemiskinan Di NTT?

Kontributor : SN Editor: Redaksi
pendidik-disorot-kontributor-kemiskinan-di-ntt
Dr. Edwer Dethan Narasumber utama Workshop STAKRI–ELPIDA Menggugat Peran Guru dan Dunia Pendidikan di Kupang (30/1)

Dr. Fichtor menegaskan bahwa pendidik Kristen dituntut mengambil keputusan rohani, profesional, dan etis secara sadar, lalu mewujudkannya dalam praksis nyata—baik di ruang kelas maupun dalam kehidupan sosial. Dengan kata lain, pendidikan harus bergerak dari sekadar schooling menuju transformative education.

Diskusi dalam workshop ini juga mengungkap ironi kebijakan pendidikan nasional. Meski konstitusi mengamanatkan alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan, dampaknya di daerah seperti NTT belum terasa signifikan. Ketimpangan fasilitas, kesejahteraan pendidik yang belum memadai, serta kebijakan yang sering bersifat sentralistik menjadi penghambat serius.

Namun, workshop ini tidak berhenti pada kritik struktural semata. Ia mengajak para pendidik untuk melakukan otokritik: sejauh mana guru berani keluar dari zona nyaman, memperbarui cara pandang, dan memosisikan diri sebagai agen perubahan, bukan sekadar pelaksana kurikulum.

Pendidikan sebagai Jalan Memutus Kemiskinan

Kesimpulan utama workshop STAKRI–ELPIDA menegaskan bahwa pendidikan yang transformatif merupakan salah satu kunci strategis untuk memutus rantai kemiskinan di NTT. Pendidik Kristen dipanggil untuk “tinggal di dalam Kristus”, siap diubah, dan berani memberi dampak nyata bagi masyarakat.

  • Bagikan
Exit mobile version