Penelitian ini kemudian berkembang menjadi sebuah studi global tentang penuaan yang dipimpin oleh Vaughan di Longevity Institute.
“Seiring bertambahnya usia, kita pasti ingin tahu apakah kita masih tetap tajam dan bugar,” tambah Vaughan.
Longevity Institute didirikan pada tahun 2022, dan peserta studi menjalani serangkaian pemeriksaan yang dapat berlangsung antara 60 menit hingga 3 jam, dengan tindak lanjut untuk melaporkan perkembangan terbaru mengenai status kesehatan mereka.
Kalinda Marshall, salah satu peserta studi, mengatakan, “Mampu mewakili komunitas minoritas sangat penting bagi saya, karena saya ingin tahu bagaimana informasi ini bisa berguna bagi orang-orang seperti saya.” ungkapnya.
Baca Juga : NASA Ungkapkan Visualisasi Menembus Supersonic
Para peneliti menggunakan berbagai tes untuk menentukan usia biologis peserta, termasuk pemindaian retina, analisis gerakan fisik, serta pengukuran massa tubuh menggunakan Bod Pod. Mereka juga melakukan elektrokardiogram untuk mengevaluasi fungsi jantung. Selanjutnya, data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menggali pola-pola yang tidak bisa diidentifikasi oleh manusia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









