“AI memungkinkan kita untuk menemukan pola dalam data yang mungkin tidak dapat kita deteksi secara manual, yang tidak bisa kita lihat dengan mata atau otak manusia,” ujar Dr. Josh Cheema, ahli jantung dari Northwestern Medicine yang turut berkontribusi dalam penelitian ini.
Penelitian ini memiliki fokus khusus pada individu dari komunitas yang kurang beruntung dan mereka yang menghadapi masalah kesehatan jangka panjang.
“Kami sangat berfokus untuk menemukan cara memperlambat proses penuaan pada mereka yang kurang beruntung,” kata Vaughan.
Selain itu, penelitian serupa sedang dilakukan di laboratorium lain yang tersebar di tiga benua, dan sudah ada tanda-tanda kemajuan. Sebagai contoh, dalam uji coba, pil yang meniru variasi genetik yang memperpanjang usia orang Amish telah menunjukkan hasil yang serupa pada tikus.
Vaughan menyatakan, “Secara teori, kita mungkin bisa memberikan keunggulan yang dimiliki oleh orang Amish ini kepada siapa saja.” tutupnya. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









