Menembus Keterbatasan: Ikhtiar Literasi dari Pinggiran
Oleh: Robi N.D Beti, S.Pd., Gr. (Kepala SMP Negeri Matpunu – TTS)
SNC – Di banyak wilayah pinggiran, sekolah sering hadir dalam kondisi yang serba terbatas, namun harapan justru tumbuh paling kuat di sana. Di tengah fasilitas yang sederhana dan akses yang belum sepenuhnya memadai, upaya menumbuhkan budaya literasi menjadi pekerjaan yang menuntut kesabaran sekaligus keteguhan. Bagi kami di SMP Negeri Matpunu, literasi bukan sekadar program sekolah, melainkan ikhtiar bersama untuk memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan belajar, bermimpi, dan melampaui batas keadaan.
Di ruang-ruang kelas sederhana, harapan itu tumbuh perlahan. Namun di balik semangat belajar anak-anak, ada kenyataan yang tak mudah disangkal: budaya literasi belum sepenuhnya berakar kuat. Rendahnya minat membaca bukan sekadar angka statistik, tetapi cerita nyata tentang keterbatasan akses buku, kondisi ekonomi keluarga, dan lingkungan belajar yang belum sepenuhnya mendukung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








