Antrean SPBU Mengular, Winston Rondo Desak Pertamina Buka Data Kuota Pertalite untuk NTT

Bagi Winston, persoalan ini tidak cukup dijelaskan hanya melalui alasan gangguan distribusi, peningkatan pembelian masyarakat, atau aktivitas penjualan BBM eceran. Pemerintah dan Pertamina, menurut dia, juga perlu menjelaskan kebijakan alokasi, realisasi penyaluran, serta langkah antisipasi ketika permintaan meningkat.

“Ini bukan sekadar soal Pertalite kosong atau antrean panjang di SPBU. Ini menyangkut tanggung jawab negara menjamin akses energi yang terjangkau bagi rakyat. Jangan sampai rakyat terus diminta bersabar, sementara pemerintah hanya sibuk memberikan penjelasan,” tegasnya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

## Kuota Nasional Turun, Bagaimana dengan Kebutuhan NTT?

Salah satu hal yang disoroti Winston adalah kebijakan pengurangan kuota Pertalite secara nasional. Ia merujuk pada keterangan BPH Migas kepada Komisi XII DPR RI yang menyebutkan bahwa kuota Pertalite nasional pada 2026 turun sekitar 6,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut, menurut Winston, perlu dijelaskan dalam konteks kebutuhan energi di daerah, terutama NTT yang memiliki karakteristik geografis berupa wilayah kepulauan, permukiman yang tersebar, serta ketergantungan masyarakat terhadap transportasi darat dan laut.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Bupati Kupang Ungkap Peran Penting Media dalam Pembangunan Kabupaten Kupang
  • Bagikan