Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Insiden Pengusiran Wartawan oleh Ketua DPRD Kupang: Ada Apa di Balik Layar?

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20240802 WA0014

“Kalimat yang dilontarkan oleh Ketua DPRD terasa tidak masuk akal, sementara para awak media sudah disuruh keluar,” kata Harsono, kontributor RRI.

Menurut Harsono, tindakan Daniel Taimenas mencederai kerja jurnalistik yang seharusnya transparan dan terbuka untuk publik.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Tugas kita meliput dan menyebarkan informasi kepada masyarakat. Terus kalau seperti ini, masyarakat mendapat informasi dari mana terkait dengan persidangan yang digelar di gedung DPRD ini,” sesal Harsono.

Dalam upaya klarifikasi, Daniel Taimenas membantah telah mengusir wartawan. “Bukan diusir, tapi saya meminta teman-teman wartawan keluar sebentar karena sidang belum dimulai. Ada hal internal yang harus kami diskusikan oleh pimpinan DPRD,” kata Daniel Taimenas.

Ia juga menyalahkan sekretariat DPRD yang tidak menginformasikan terlebih dahulu kepada wartawan.

Meski dicerca oleh sejumlah wartawan, Daniel Taimenas tetap menegaskan bahwa tindakannya bukanlah pengusiran.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika tindakan tersebut dianggap sebagai pengusiran.”Kalau memang tindakan saya tadi teman-teman anggap itu pengusiran, dari lubuk hati saya yang paling dalam, keluarga, dan lembaga DPRD saya mohon maaf,” ucapnya.

Baca Juga :  Sengkarut Tanah 3,1 Hektare di Labuan Bajo: 7 Warga Vs Klaim 40 Hektare, Terungkap Tumpang Tindih Tak Berdasar
  • Bagikan