TTS, SNC – Selama enam tahun, bantuan negara untuk siswa miskin di SMP Negeri Satap Fatukopa, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), seperti berhenti di tengah jalan. Dana Program Indonesia Pintar (PIP) dicairkan dari bank, tetapi tak pernah sampai ke tangan siswa. Uang itu justru dipakai untuk kepentingan pribadi dan operasional sekolah. Pengakuan itu datang langsung dari kepala sekolah.
Kasus ini mencuat setelah komite sekolah dan puluhan orang tua siswa mempertanyakan dana PIP yang tak kunjung diterima anak-anak mereka sejak 2019 hingga 2024. Padahal, nama para siswa tercantum sebagai penerima bantuan resmi dari pemerintah pusat. Total dana yang dipersoalkan mencapai ratusan juta rupiah.
“Anak-anak kami tidak pernah menerima dana PIP, padahal setiap semester kami diminta menyerahkan data kependudukan,” kata Ketua Komite SMP Negeri Satap Fatukopa, Johan Effi, Jumat, 2 Januari 2026. Data yang diminta meliputi fotokopi Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan KTP orang tua, dokumen standar pengusulan PIP.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








