SN – Para investigator dari Badan antikorupsi Korea Selatan gagal menangkap Presiden Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan setelah hampir enam jam bersitegang dengan pasukan pengaman presiden pada hari Jumat (03/01/2025), saat presiden menentang upaya mereka untuk menahannya. Ini adalah konfrontasi terbaru dalam krisis politik yang telah melumpuhkan politik Korea Selatan dan menyebabkan dua kepala negara dimakzulkan dalam waktu kurang dari sebulan.
Badan antikorupsi negara itu mengatakan pihaknya menarik para penyelidiknya setelah dinas keamanan presiden memblokir mereka memasuki kediaman Yoon selama berjam-jam, karena kekhawatiran mengenai keselamatan mereka.
Badan tersebut menyatakan bahwa penyidiknya yang kalah jumlah sempat beberapa kali terlibat perkelahian dengan pasukan keamanan presiden dan menyatakan “sangat menyesalkan sikap tersangka (Presiden) yang tidak mematuhi proses hukum.”
Dikatakan bahwa menahan Yoon akan “hampir mustahil” selama ia dilindungi oleh dinas keamanan presiden. Badan tersebut berencana untuk “menuntut dengan tegas” agar penjabat pemimpin negara, Wakil Perdana Menteri Choi Sang-mok, memerintahkan dinas tersebut untuk mematuhi pelaksanaan surat perintah penahanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








