S&P 500 telah turun hampir 14% sejak pengumuman tarif baru oleh Trump minggu lalu, sementara Dow turun 12%. Nasdaq turun hampir 16% dalam periode tersebut, memasuki wilayah pasar lesu, yang ditandai dengan penurunan saham minimal 20% dari titik tertinggi sebelumnya.
Tarif Tertinggi Sejak 1909
Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, Trump telah mengenakan tarif 25% pada impor dari Kanada dan Meksiko, meningkatkan bea masuk barang-barang dari China, serta mengenakan pungutan 25% pada mobil impor, di antara berbagai langkah lain yang ditujukan kepada mitra dagang AS.
Tarif rata-rata AS terhadap barang impor kini mencapai tingkat tertinggi sejak tahun 1909, menurut laporan dari Yale Budget Lab.
Pada hari Minggu, Trump menyatakan bahwa ia tidak akan menarik tarifnya kecuali negara-negara lain menyamakan kesepakatan perdagangan dengan AS.
Berbicara kepada wartawan di Air Force One pada Sabtu malam lalu, Trump sempat mengatakan bahwa meskipun ia tidak ingin pasar global turun, “kadang-kadang Anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









