Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Serangan Udara Israel ke Sekolah di Gaza Tewaskan Lebih dari 100 Orang

serangan
Tampak Sekolah yang hancur, sehari setelah terkena serangan Israel di lingkungan al-Tuffah, Kota Gaza, 4 April 2025. (Foto: OMAR AL QATTAA/AFP/Getty)

Hamas menyebut serangan terhadap sekolah tersebut sebagai “pembantaian terhadap warga sipil yang tidak bersalah”. Israel menuduh Hamas menyembunyikan senjata dan pejuang di tempat-tempat sipil, namun hingga kini belum ada informasi lebih lanjut yang mengaitkan serangan ini dengan komandan Hamas di sekolah atau gedung PBB tersebut.

Baca Juga : Ekonomi AS Mengalami Penurunan Tajam

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Serangan ini terjadi di tengah perintah evakuasi yang dikeluarkan militer Israel, yang meminta lebih banyak warga Gaza utara untuk mengungsi ke wilayah barat dan selatan.

Beberapa warga Palestina mengungsi dengan berjalan kaki, membawa barang-barang mereka, bahkan menggunakan kereta keledai. Salah satu pengungsi, Mohammad Ermana, mengatakan bahwa dia dan istrinya berjalan selama tiga jam hanya untuk menempuh jarak satu kilometer.

Israel juga mengumumkan bahwa 280.000 warga Palestina telah mengungsi sejak penghentian gencatan senjata pada bulan lalu, yang sebelumnya dimediasi oleh AS, Mesir, dan Qatar. Sementara itu, organisasi kemanusiaan PBB melaporkan bahwa Israel telah memberlakukan blokade terhadap Gaza, yang telah menyebabkan kelangkaan pangan, bahan bakar, dan bantuan kemanusiaan.

Baca Juga :  Lesotho Negara Miskin Yang Terkena Pajak Tertinggi Oleh Trump
  • Bagikan