Hamas menyebut serangan terhadap sekolah tersebut sebagai “pembantaian terhadap warga sipil yang tidak bersalah”. Israel menuduh Hamas menyembunyikan senjata dan pejuang di tempat-tempat sipil, namun hingga kini belum ada informasi lebih lanjut yang mengaitkan serangan ini dengan komandan Hamas di sekolah atau gedung PBB tersebut.
Baca Juga : Ekonomi AS Mengalami Penurunan Tajam
Serangan ini terjadi di tengah perintah evakuasi yang dikeluarkan militer Israel, yang meminta lebih banyak warga Gaza utara untuk mengungsi ke wilayah barat dan selatan.
Beberapa warga Palestina mengungsi dengan berjalan kaki, membawa barang-barang mereka, bahkan menggunakan kereta keledai. Salah satu pengungsi, Mohammad Ermana, mengatakan bahwa dia dan istrinya berjalan selama tiga jam hanya untuk menempuh jarak satu kilometer.
Israel juga mengumumkan bahwa 280.000 warga Palestina telah mengungsi sejak penghentian gencatan senjata pada bulan lalu, yang sebelumnya dimediasi oleh AS, Mesir, dan Qatar. Sementara itu, organisasi kemanusiaan PBB melaporkan bahwa Israel telah memberlakukan blokade terhadap Gaza, yang telah menyebabkan kelangkaan pangan, bahan bakar, dan bantuan kemanusiaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








