Jadi ketika Presiden Prabowo mengundang Dasco — bukan sekadar bertemu santai di ruang publik — tetapi mengundang ke state premise Widya Chandra maka publik berhak bertanya: ada apa, ada agenda apa yang sedang dibahas?
Beberapa sumber politik menjelaskan, bahwa Presiden sedang masuk ke babak konsolidasi awal. Bahwa setelah 1 bulan pemerintahannya berjalan, fenomena bottleneck governance (tata kelola hambatan atau pemerintahan yang tersendat/terhambat.) mulai teridentifikasi di beberapa titik struktur: koordinasi antar kementerian, penajaman skema teknokrasi anggaran nasional, dan urusan penataan policy communication yang masih berlebihan di level kementerian teknis.
Konteks ini membawa kita pada aspek berikut: Presiden butuh political chain of command yang bersih, cepat, solid, dan tidak terinterupsi oleh policy noise.
Dan di titik itu, Sufmi Dasco adalah aktor yang memiliki dua karakteristik unik:
1. dia bukan oposisi
2. tapi juga bukan birokrat eksekutif
artinya: Dasco punya operational neutrality bisa bicara dalam bahasa politik, sekaligus bahasa kekuasaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








