Serius Menimbang:
Pertama, untuk para calon pemilih. Para pemilih perlu dan wajib kritis menimbang siapa gerangan di antaranya yang patut dipilih setelah menelaah dengan cermat kapasitas dan integritas para calon. Pertimbangan tentu saja tidak hanya karena membaca deretan bio data mereka, tetapi juga perlu mengenal mereka dari dekat. Demi gampangnya, perhatikan track record para calon.
Mengapa itu pentig? Sebab tindakan memilih calon adalah tindakan politik yang dilakukan para pemilih demi pemilih itu sendiri bukan untuk orang yang dipilih. Para pemilih memilih calon agar calon yang dipilih dapat menyelesaikan masalah para pemilih.
Kedua, untuk para calon gubernur. Catatan saya adalah ini. Ansy Lema dan Melki Lakalena, masing-masing diusung PDIP dan Golkar. Pencalonan kedua tokoh muda ini relatif lebih mudah dibanding lainnya karena Ansy dan Melki memiliki rumah partai politik sendiri sebagai pengusung. Belanja partai, mungkin relatif lebih murah.
Ansy dan Melki pasti mengajak partai lain sebagai mitra koalisi demi menggenapi syarat minimal pengusungan calon. Nah, tinggal memilih satu dari enam peluang tergampang teori koalisi yang dikenal di dunia (vide: William Harrison Riker, 1962; Arend Ljiphart, 1999).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









