Perubahan yang Pelan tapi Nyata
Perubahan tidak terjadi seketika, tetapi perlahan terlihat. Kelas menjadi lebih tenang. Siswa mulai berani tampil. Mereka bisa menganalisis makna tari, memahami asal-usulnya, bahkan menampilkan tarian dengan percaya diri dalam kelompok.
Yang paling penting, mereka mulai belajar bekerja sama, saling menghargai, dan tidak lagi meremehkan teman yang tampil. Di situlah saya melihat bahwa tujuan Seni Budaya sebenarnya bukan hanya soal keterampilan, tetapi pembentukan karakter.
Lebih dari Sekadar Pelajaran
Seni Budaya sering dianggap pelajaran pelengkap. Padahal, di dalamnya ada ruang untuk menumbuhkan kepekaan, rasa hormat, identitas, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.
Pengalaman di kelas mengajarkan saya bahwa ketika guru mau memahami minat siswa, memberi makna dalam pembelajaran, dan menciptakan ruang belajar yang inklusif, maka penolakan bisa berubah menjadi partisipasi.
Tari akhirnya bukan lagi beban, melainkan jembatan yang menghubungkan siswa dengan budayanya, dengan teman-temannya, dan dengan dirinya sendiri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








