Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menghidupkan Kelas Seni Budaya: Saat Tari Menjadi Jembatan, Bukan Beban

IMG 20260207 072327

Perubahan yang Pelan tapi Nyata

Perubahan tidak terjadi seketika, tetapi perlahan terlihat. Kelas menjadi lebih tenang. Siswa mulai berani tampil. Mereka bisa menganalisis makna tari, memahami asal-usulnya, bahkan menampilkan tarian dengan percaya diri dalam kelompok.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Yang paling penting, mereka mulai belajar bekerja sama, saling menghargai, dan tidak lagi meremehkan teman yang tampil. Di situlah saya melihat bahwa tujuan Seni Budaya sebenarnya bukan hanya soal keterampilan, tetapi pembentukan karakter.

Lebih dari Sekadar Pelajaran

Seni Budaya sering dianggap pelajaran pelengkap. Padahal, di dalamnya ada ruang untuk menumbuhkan kepekaan, rasa hormat, identitas, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.

Pengalaman di kelas mengajarkan saya bahwa ketika guru mau memahami minat siswa, memberi makna dalam pembelajaran, dan menciptakan ruang belajar yang inklusif, maka penolakan bisa berubah menjadi partisipasi.

Tari akhirnya bukan lagi beban, melainkan jembatan yang menghubungkan siswa dengan budayanya, dengan teman-temannya, dan dengan dirinya sendiri.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPAM Lengkapi Pemenuhan AIR Bersih Masyarakat.
  • Bagikan