Inilah wajah konkret tantangan pendidikan kewarganegaraan di era globalisasi.
Globalisasi dan Pergeseran Kesadaran Kebangsaan
Globalisasi bukanlah sesuatu yang harus ditolak. Ia membuka akses luas terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi, dan jejaring global. Namun, di balik peluang tersebut, muncul gejala yang patut dicermati: menguatnya individualisme, budaya instan, serta sikap apatis terhadap persoalan sosial.
Banyak siswa lebih mengenal tren global dibandingkan makna gotong royong. Mereka aktif di media sosial, tetapi belum tentu terlibat aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya. Status sebagai warga negara kerap dipahami sebatas identitas administratif, bukan sebagai kesadaran moral untuk hidup bersama dalam keberagaman. Jika dibiarkan, pergeseran ini dapat melemahkan fondasi kebangsaan.
Guru PKN: Lebih dari Sekadar Pengajar Materi.
Di tengah situasi tersebut, peran guru PKN tidak dapat dibatasi pada penyampaian teori konstitusi atau penghafalan pasal undang-undang. Guru PKN harus menjadi penggerak kesadaran, fasilitator dialog, sekaligus penanam nilai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








