Ketika membahas hoaks, sejatinya yang diajarkan adalah tanggung jawab warga negara dalam ruang digital. Saat mengangkat isu perundungan, nilai kemanusiaan dan keadilan sedang ditanamkan. Ketika mendiskusikan keberagaman suku dan agama, sesungguhnya fondasi persatuan bangsa sedang dirawat.
Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan tidak boleh berhenti pada teks, tetapi harus hidup dalam realitas sosial yang dihadapi siswa.
Namun, perlu diakui bahwa mata pelajaran PKN masih kerap dipandang sebagai pelengkap. Prestasi akademik sering mendapat perhatian lebih besar dibanding pembentukan karakter. Kita menginginkan generasi berintegritas, tetapi belum sepenuhnya menempatkan pendidikan nilai sebagai prioritas utama.
Keteladanan dan Pendekatan Dialogis
Di era ketika informasi lebih menarik daripada otoritas, metode ceramah semata tidak lagi efektif. Pendekatan dialogis menjadi kebutuhan. Siswa belajar demokrasi ketika pendapatnya dihargai. Mereka memahami keadilan ketika diperlakukan secara adil. Mereka mencintai tanah air bukan karena slogan, tetapi karena melihat keteladanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








